POLHUKAM - Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan

Pendidikan Mencegah Radikalisme dan Terorisme

pendidikan

Pendidikan baik formal, informal, maupun non-formal adalah cara terbaik mencegah pengaruh Radikalisme dan Terorisme. Pendidikan yg dimaksud adalah pendidikan yang mengajarkan semangat menghargai PERBEDAAN dan menjunjung TOLERANSI atas nama penghargaan pada KEBHINNEKAAN, yang berasal dari Semboyan Negara, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam praktek kita lakukan dengan cara “Bersatu Dalam Keragaman, Harmoni Dalam Perbedaan”.

Toleransi adalah kata kunci. Toleransi bukan sekedar tersedianya ruang dialog dalam diri seseorang untuk mencoba membicarakan perbedaan. Lebih dari itu, toleransi adalah sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berseberangan dengan kita.
Dalam ISLAM, pendidikan toleransi itu sangat kental diajarkan dalam Ilmu FIQIH. Fiqih yang merupakan kerangka pijakan “perilaku” sehari-hari, sesungguhnya sangat tegas mengajarkan umat Islam agar berperilaku toleran.

Semangat toleransi dan menghargai, bukan saja untuk menghargai sesama manusia. Lebih jauh lagi adalah untuk menghargai semua makhluk hidup di dunia, mulai dari binatang sampai dengan tumbuhan. Dalam konteks ke-Indonesia-an, masyarakat kita pada umumnya memiliki watak yang toleran dan terbuka. Oleh karena itu, modal sosial masyarakat tersebut, harus diperkuat dan dimanfaatkan, demi membangun tatanan sosial yang lebih berbudaya dan bermartabat. Dalam konteks ini, peran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), khususnya Ormas Islam dibutuhkan untuk mewujudkan iklim toleransi beragama di Indonesia. Islam mengajarkan kedamaian, toleransi dan kasih sayang antar sesama manusia. Dengan demikian, rasa Persatuan dan Kesatuan akan semakin tegak dan kuat berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, sehingga dapat mencegah dan membentengi pengaruh Radikalisme dan Terorisme.

(Deputi VI/Kesbang-APM)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pendidikan Mencegah Radikalisme dan Terorisme