POLHUKAM - Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan

Menyambut Hari Sumpah Pemuda Ke-88 pada 28 Oktober 2016

sumpah-pemuda2

  1. Setiap kali kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, khususnya yang Ke-88 pada tanggal 28 Oktober 2016 ini, maka yang terbayangkan adalah Patriotisme dan Heroisme dari Pemuda-Pemudi kita waktu itu, untuk mendeklarasikan gagasan berjuang untuk mewujudkan ide cemerlangnya tentang satu bangsa, satu tanah air dan menjunjung tinggi bahasa persatuan-Indonesia, yang dikemudian hari menjadi Negara-Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
  2. Sebagai generasi penerus, kita telah mendapatkan warisan dari para pendiri bangsa, yaitu kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan dengan pengorbanan tidak hanya harta, tetapi juga darah dan air mata.
  3. Selain mewariskan bangsa Indonesia yang merdeka, para pendiri bangsa juga telah mewariskan pedoman bagaimana merawat dan membangun bangsa ini, yakni yang kita kenal dengan Empat konsensus Dasar Bangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika).
  4. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun ini, hendaknya dapat dijadikan momentum soliditas pemuda untuk meningkatkan kemajuan bangsa. Mentalitas para pemuda harus dibangun dengan “Revolusi Mental”, agar menjadi pemuda yang memiliki wawasan kebangsaan, berkarakter dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Pemuda yang berpikiran maju adalah orang yang memiliki rasa kebangsaan, bangga menjadi bangsa Indonesia, berpikir positif, dan berorientasi untuk kemajuan bangsanya. Oleh karena itu, harus ditingkatkan kesadaran Bela Negara agar lebih mementingkan kepentingan Negara dan bangsa, dibandingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
  6. Pemuda harus mampu untuk ditempa, digembleng dan diuji dengan berbagai pendidikan dan latihan, serta pengalaman, sehingga tidak mudah menyerah dan patah semangat dalam mengemban tugasnya. Pemuda dan Pemudi inilah yang dibutuhkan sebagai perekat bangsa dan menjadi calon pemimpin agar Indonesia akan semakin maju, kuat dan bersatu dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
  7. Pada momentum peringatan Sumpah Pemuda ke-88, kami ingin mengajak seluruh pemuda untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa.Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai negara bangsa yang berdaulat, tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat, mulai dari prajurit TNI, polisi, petani, pedagang kecil, nelayan, ulama, santri, pelajar/mahasiswa, dan elemen rakyat yang lain.
  8. Sejarah juga menunjukkan kepada kita semua bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warganegara dengan kesadarannya untuk membela negara melakukan upaya-upaya politik maupun diplomasi.
  9. Indonesia hari ini adalah hasil semangat bela negara dari para pejuang kesuma bangsa. Demikian pula, Indonesia di masa depan, saya yakin juga akan tetap bertahan sebagai bangsa yang besar dan berdaulat karena semangat bela negara dari seluruh anak bangsanya. Itulah “api semangat” yang tidak pernah padam dan harus terus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan baru di depan mata.
  10. Bersamaan dengan gelombang perdagangan bebas, kita juga sedang menghadapi ancaman keamanan dari kejahatan kemanusiaan yang bersifat trans nasional. Radikalisme dan terorisme telah menjadi ancaman nyata bagi keamanan dan perdamaian dunia. Selain itu, banyak anak-anak muda kita yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika, karena negara kita telah menjadi pasar bagi sindikat internasional.
  11. Kita juga menghadapi tantangan dalam mengelola kemajemukan. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat, jika kita mampu menjaganya dengan baik. Banyak contoh yang bisa kita lihat, bagaimana suatu bangsa harus menghadapi takdir sejarahnya menjadi terpecah-belah, tercerai-berai karena tidak mampu menjaga kemajemukan.
  12. Tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa adalah panggilan bagi kita semua untuk bela negara. Semua anak bangsa harus tergerak dan bergerak untuk bela negara sesuai dengan ladang pengabdiannya masing-masing.
  13. Bela Negara bisa dijalankan melalui jalan diplomasi politik, memperkuat kemandirian ekonomi, maupun membangun ketahanan budaya. Seorang siswa yang berprestasi, adalah bentuk nyata mempersiapkan diri untuk membela negara. Atlit Indonesia yang berprestasi di event internasional, (Olympiade, Asian Games) juga dalam rangka membela negara. Seorang guru berjuang mendidik anak-anak di perbatasan adalah wujud nyata bela negara, mencerdaskan kehidupan bangsa. Para prajurit TNI menjaga pulau-pulau terdepan, karena semangat bela negara untuk mempertahankan kedaulatan wilayah negara kita.
  14. Mereka rela berkorban untuk bangsa dan negara, bahkan melampaui kewajiban yang diberikan Negara pada mereka. Kita harus memberikan apresiasi kepada semangat itu. Tugas kita semua memastikan agar api semangat mereka terus menerus menyala dan bisa diwariskan kepada generasi muda sekarang dan yang akan datang.
  15. Kami menyadari, bahwa kesadaran bela negara tidaklah tumbuh dengan sendirinya, tetapi harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan kewarganegaraan. Anak-anak kita harus diajak mencintai bangsanya, mencintai tanah airnya, sehingga memiliki kebanggaan menjadi bagian dari Indonesia.
  16. Nilai-nilai bela negara harus ditanamkan dengan cara-cara yang kreatif, inovatif, serta bisa adaptif dengan perkembangan zaman. Kita berada di era kemajuan teknologi informasi yang menuntut digunakannya cara-cara baru. Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air. Dengan cara itu, kami yakin mereka akan bisa mewujudkan semangat bela negara melalui cara-cara yang lebih kreatif.
  17. Semangat bela negara akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat, apabila diikat dalam tali Persatuan Indonesia sesuai semangat Sumpah Pemuda. Sejarah sudah membuktikan bahwa dengan Persatuan Indonesia, semua tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa akan bisa dilalui bersama. Para pejuang pembela negara bisa membangun kekuatan menghadapi penjajah hanya dengan kebersamaan, persatuan dan gotong royong.
  18. Mari kita perkokoh persatuan dalam kemajemukan. Kemajemukan bangsa bukanlah halangan untuk mewujudkan semangat bela negara. Kebhinneka tunggal-ikaan, justru akan bisa memperkuat kecintaan kita pada bangsa dan negara.
  19. Memaknai Sumpah Pemuda Ke-88, artinya pemuda harus tetap bersatu, dan memiliki kesadaran bela negara melawan narkoba, serta anti radikalisme dan terorisme.
  20. Harapan kepada Pemuda Indonesia, tetaplah berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara, serta berjiwa “merah putih”, dengan memprioritaskan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Jakarta, 28 Oktober 2016

Dep.VI/Kesbang (Arief PM).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menyambut Hari Sumpah Pemuda Ke-88 pada 28 Oktober 2016