POLHUKAM - Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan

Memaknai Memperteguh Kebhinnekaan

harmoni-sosial

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), telah mengeluarkan kebijakan tentang Layanan Pendidikan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diatur dalam Peraturan Mendikbud Nomor 27 Tahun 2016. Dalam peraturan ini, siswa penghayat kepercayaan dimungkinkan untuk mendapatkan Pendidikan Kepercayaan. Memang harus diakui bahwa masih terjadi permasalahan di lapangan terkait penghayat kepercayaan di dunia pendidikan, antara lain seorang siswa tidak naik kelas dengan nilai agama kosong, karena menolak ujian praktik agama yang tidak sesuai dengan keyakinannya.

Pemerintah mengakui ada 6 (enam) agama yang berlaku di Indonesia, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu. Disamping itu, ada agama-agama lokal seperti Sunda Wiwitan, Marapu dll, yang diakui sebagai Aliran Penghayat Kepercayaan. Pada saat ini terdaftar 182 organisasi penghayat kepercayaan di tingkat nasional, serta 996 organisasi penghayat di tingkat provinsi/Kabupaten/kota. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang menjadi penghayat kepercayaan berjumlah sekitar 12 juta orang.

Negara hadir untuk memantapkan keberagaman dan menperteguh kebhinnekaan agar terjalin suasana yang kondusif dalam kehidupan umat beragama dan aliran kepercayaan sesuai Visi dan Nawa Cita Kabinet Kerja 2014-2019 berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (Dep.VI/Kesbang-Arief PM).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Memaknai Memperteguh Kebhinnekaan