IMG_5870

Jakarta,polkam,go.id, 1/9/2015. Pemantapan Wawasan Kebangsaan merupakan salah satu bentuk  upaya strategis “Revolusi Mental”,  suatu upaya perombakan cara berpikir, berperilaku serta bertindak manusia Indonesia. Revolusi mental merupakan bentuk perubahan paradigma, budaya politik, pembangunan karakter bangsa yang lebih manusiawi, yang berbasiskan budaya adiluhung nusantara yang sistematis, terencana dan berkesinambungan untuk tercapainya tiga kedaulatan Indonesia (Trisakti Indonesia): berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya. Revolusi mental menggunakan pendekatan pendidikan dan budaya yang dimulai dari pribadi, lingkungan keluarga, sekolah, tempat tinggal, lingkungan kerja, lingkungan desa dan kota, dan lingkungan negara (nation) secara bergotong royong sebagai basis demokrasi Indonesia.

Demikian dikatakan Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Ir. Arief P. Moekiyat, M.T. pada saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pemantapan Wawasan Kebangsaan  dalam rangka “Penyusunan Panduan dan Kriteria Pengarustamaan Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa  Dalam Kebijakan dan Regulasi”, di Hotel Milenium Jakarta. Selasa, 1 September 2015.

Lebih lanjut Arief P. Moekiyat mengatakan, Revolusi Mental sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh bangsa dengan memperkuat peran semua institusi pemerintahan dan pranata sosial-budaya yang ada di masyarakat dilaksanakan melalui internalisasi nilai-nilai esensial pada individu, keluarga, insititusi sosial, masyarakat sampai dengan lembaga-lembaga negara.  Nilai-nilai yang akan dibangun adalah: (1) Integritas, (2) Etos kerja/kerja keras, dan (3) Gotong royong. “Program Pancasila  Adalah Kita yang dikoordinasikan Kemenko Polhukam merupakan salah satu implementasi Revolusi Mental” jelasnya.

FGD yang dipandu moderator : Laksda TNI Surya Wiranto, SH (Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman)  menghadirkan tiga orang narasumber dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, yaitu ; Dr. Achmad Ubaidillah, MA., Mukmin Rauf, MA., dan Iif Fikriyati, MA. Sedangkan para narasumber penanggap FGD yaitu : Mayjen TNI (Purn) E. Imam Maksudi, SE (Taprof Bidang Geologi dan Strategi, Lemhannas RI), Prof. Dr. Irfan Idris (Dir. Deradikalisasi BNPT), Wariki Sutikno (Dir. Politik dan Komunikasi Bappenas), dan Dr. Yudi Latif (Ketua Pusat Studi Pancasila, Universitas Pancasila). FGD juga dihadiri oleh para perwakilan dari Mabes TNI, Mabes Polri, Lemhannas, Kemenhan, Kemendagri, Kemenkominfo, dan Kemenpora.

Dalam paparannya, Dr. Achmad Ubaidillah, MA. mengatakan bahwa  Pengarustamaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Karakter Bangsa (Karbang) merupakan suatu strategi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan melalui perencanaan dan penerapan kebijakan yang berperspektif Wasbang dan Karbang pada institusi dan organisasai pemerintah maupun non pemerintah. Tantangan pengarustamaan Wasbang dan Karbang antara lain belum adanya materi khusus yang berlaku untuk semua kementerian dan lembaga, belum disepakatinya nilai-nilai kebangsaan yang ingin dikembangkan, strategi diseminasi wawasan kebangsaan belum ditangani serius, dan belum ada standar ukur nilai untuk mengukur pencapaian dari penanaman wawasan dan karakter kebangsaan. Penjelasan tersebut kemudian diperkuat kembali oleh  kedua narasumber lainnya, yaitu Mukmin Rauf, MA. dan Iif Fikriyati, MA.

Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI (Purn) E. Imam Maksudi, SE mengatakan, untuk mengatasi permasalahan bangsa dalam lingkup  Wawasan Kebangsaan,  maka perlu adanya kesadaran akan berbagai kelemahan bangsa.  Oleh karena itu, pemantapkan Wawasan Kebangsaan harus dimulai dari pemahaman yang utuh tentang nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam empat konsensus dasar nasional. Disamping itu, Wawasan Kebangsaan perlu semakin dipahami dan terus disegarkan  dalam paragidma berpikir dan bertindak dalam mewujudkan cita-cita nasional.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dr. Yudi Latif dalam tanggapannya mengatakan, untuk mengetahui Pengarustamaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Karakter Bangsa (Karbang), maka kita perlu tahu apa itu Wawasan Kebangsaan dan apa itu Karakter Bangsa ? Untuk mengetahu Wawasan Kebangsaan tentu kita harus tahu bagaimana terjadinya suatu bangsa dan faktor-faktor apa yang membentuk suatu bangsa. Terbentuknya suatu bangsa karena ada kesamaan sejarah, ada kesamaan geopolitik, ada pertautan-pertauan sosio kulturan, dan adanya kehendak bersama. Jadi Wawasan Kebangsaan paling tidak harus menyangkut empat hal tersebut, yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan kesejarahannya, cara pandang bangsa Indonesia tentang aspek sosio kulturalnya, cara pandang bangsa Indonesia tentang geo politiknya, dan cara pandang bangsa Indonesia tentang kenendak/tujuan  bersama, yaitu basisnya Pancasila dan UUD 45. “Apapun yang kita kehendaki, mau Revolusi Mental, Revolusi Material maupun Revolusi apapun basis kita tidak boleh lompat dari Pancasila”, tegasnya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *