heading lampung

Bandar Lampung, polkam,go.id, 8/6/2015. Beragam tantangan dan dinamika di bidang politik, hukum, dan keamanan senantiasa menyertai perjalanan bangsa ini dalam upaya memperteguh kebhinnekaan dalam mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam menanggapi berbagai macam tantangan tersebut, Pemantapan Wawasan Kebangsaan, dengan metode pendidikan, keteladanan, dan sosialisasi menjadi kebutuhan bagi bangsa Indonesia untuk masa kini dan masa yang akan datang. Melalui Pemantapan Wawasan Kebangsaan diharapkan tercapainya jati diri bangsa yang memuat nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong, religius, dan persatuan, serta nilai modern yang universal yang mencakup etos kerja/kerja keras dan prinsip tata pemerintahan yang baik yang bersumber dari empat konsensus dasar, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Demikian dikatakan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno dalam Keynote Speechnya yang dibacakan Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Ir. Arief P. Moekiyat, M.T. pada acara Forum Pemantapan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Sheraton Bandar Lampung, Jum’at, 5 Juni 2015.  Forum yang dipandu oleh Moderator: Prof. DR. Syarifruddin (Guru Besar IAIN Raden Intan Lampung), menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu: Komjen Pol. Drs. H. Saud Usman Nasution, SH, MH, MM. (Kepala BNPT),  Dr. Agus Pahrudin, M.PD. (Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung), dan Prof. Dr. Sunarto, SH, MH. (Wakil Rektor III Universitas Lampung).

Lebih lanjut Menko Polkam mengatakan bahwa dalam rangka peringatan Hari “Kelahiran Pancasila” pada tanggal 1 Juni 2015 di Blitar, Jawa Timur, Bapak Presiden RI bersama Ketua MPR RI telah mencanangkan Gerakan “Ini Baru Indonesia” sebagai implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya berharap Bapak, Ibu, Saudara tergugah untuk berpartisipasi  memberikan kontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih aman, damai, adil, demokratis dan sejahtera melalui bidang kehidupan yang masing-masing kita pilih dan tekuni,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov. Lampung,  Drs.  Tauhidi,  MM. dalam sambutannya pada saat membuka forum mengatakan bahwa proses penguatan persatuan dan kesatuan bangsa saat ini mendapat tantangan yang cukup signifikan. Bila permasalahan tersebut dibiarkan tanpa diatasi melalui upaya nyata, komprehensif dan berkesinambungan dikhawatirkan akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh katerna itu, Pemantapan Wawasan Kebangsaan dipandang sangat penting dan strategis untuk dilaksanakan sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai kesatuan dan persatuan, serta membina kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dijelaskan pula bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bersama-sama stakeholder terkait terus berupaya agar masyarakat mempertahankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, diantaranya melalui Sosialisasi Empat Konsensus Dasar,  yaitu : Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI mulai dari mahasiswa hingga masyarakat luas dengan berbagai profesi.

Kegiatan Forum Pemantapan Wawasan Kebangsaan ini merupakan forum yang kedua setelah pada tanggal 13 Mei 2015 dilaksanakan di Malang, Jawa Timur. Forum yang bertema “Pemantapan Wawasan Kebangsaan dalam Memperteguh Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an guna Mendukung Persatuan dan Kesatuan Bangsa”, terselenggara atas kerjasama Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan Kemenko Polhukam dengan Pemprov. Lampung, Polda Lampung, Korem 043/Garuda Hitam, dan Pemkot Bandar Lampung. Acara forum dihadiri oleh sekitar 120 orang peserta dari unsur TNI/Polri, Pemda Propinsi, Kabupaten dan Kota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Ormas, Mahasiswa, dan LSM.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *