2

Sorong, deskwasbang.polkam.go.id,18/5/2016. Pemantapan Wawasan Kebangsaan adalah sebuah proses untuk membuat warga negara atau keadaan menjadi lebih mantap dan teguh dari sebelumnya dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa dan meningkatkan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, guna memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan negara demi mencapai masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera.

Demikian  dikatakan Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam, Ir. Arief P. Moekiyat, M.T. dalam Keynote Speechnya yang dibacakan oleh Sekretaris Deputi VI/Kesbang, Drs. Damisnur AM, SH, MM pada Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Wawasan Kebangsaan, di Hotel Mariat, Kota Sorong-Papua Barat, Rabu, 18 Mei 2016.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi kehidupan masyarakat yang multikultural dan multi agama di Wilayah Papua Barat, khususnya Kabupaten dan Kota Sosong, maka yang perlu dibangun adalah prinsip-prinsip saling memahami, saling menghormati, saling tolong-menolong, dan saling bersilahturahim dalam rangka meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan sebagai anak bangsa, khususnya guna menjalin persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

Sementara itu, Wakil Walikota Sorong, dr. Hj. Pahimah dalam sambutannya mewakili Gubernur Papua Barat pada saat membuka forum mengatakan bahwa  pemerintah Provinsi Papua Parat, khususnya Kota Sorong menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Wawasan Kebangsaan di Papua Barat yang ditujukan untuk lebih meningkatkan dan menggugah kembali rasa nasionalisme, cinta tanah air, setia pada Pancasila dan UUD 1945, serta NKRI. Oleh karena itu, setiap elemen bangsa disarankan memiliki cita-cita dan tujuan  serta pengertian yang sama tentang persatuan dan kesatuan bangsa. “Setiap warga negara haruslah terpatri hasrat dan tekad untuk hidup damai dan bersatu sebagai satu bangsa  didalam satu negara, terlepas dari perbedaan etnis, ras, agama, dan golongan” tegasnya.

Forum dengan tema “Pemantapan Wawasan Kebangsaan Dalam Memperteguh Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an Guna Mendukung Persatuan dan Kesatuan Bangsa”, diselenggarakan atas kerjasama Kedeputian VI/Kesbang dengan Pemkot dan Pemkab Sorong, Korem-171/Praja Vira Tama, Lamtamal-XIV Sorong, dan Polres Kota Sorong. Forum dipandu oleh Moderator : Moh. Karyadi, SH, MH (Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong) dan  menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu : Dr. Purwanto Suaef, MM (Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong), Michael Menufandu (Tokoh Masyarakat Papua, dan Mantan Dubes RI untuk Kolombia), dan  Kombes Pol. Drs. Pietrus Waine, SH, M. Hum (Waka Polda Papua Barat). Acara forum  dihadiri sekitar 100 orang peserta, antara lain dari Forkopimda, TNI/Polri, perwakilan SKPD Pemkot/Pemkab. Sorong, perwakilan universitas, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *