WhatsApp_Image_2017-09-26_at_12.44.32

Desk Wasbang, – Deputi VI/Kesbang Kemenko Polhukam Arief P Moekiyat mengatakan Dalam upaya pembangunan nasional, bangsa Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan dan ancaman yang dapat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia diantaranya: Ancaman terorisme (lokal dan internasional); Serangan siber dan spionase; Kejahatan lintas batas negara; separatism; fundamentalisme; korupsi dan kejahatan korporasi; politik dan keamanan regional; perilaku intoleransi; narkoba, pornografi, pergaulan bebas; provokasi, agitasi, dan propaganda (melalui sosial media). Adapun sebagian besar ancaman tersebut berhubungan dengan pelemahan aspek Modal Manusia (Modal Sosial, Modal Moral, Modal Psikologis) Bangsa.

Hal itu dikatakan Deputi VI/Kesbang sebagai narasumber dalam acara Ceramah tentang Nilai-nilai Kebangsaan dalam NKRI yang bertemakan  “Pancasila, Bela Negara dan Peran WNI di luar negeri” di depan para peserta WNI di Swedia yang diselenggarakan oleh KBRI Stockholm, Minggu.( 24/92017)

Deputi VI/Kesbang mengatakan, situasi ini  tidak terlepas dari dinamika dan dampak perkembangan teknologi dan informasi, dimana pesatnya  globalisasi menyebabkan  penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat makin luntur. Disamping itu, banyaknya arus informasi yang masuk dapat menyebabkan warga bangsa Indonesia, terutama di luar negeri berpotensi untuk melupakan Jati dirinya. Untuk itu, kita perlu membangun kembali nasionalisme dan patriotise segenap warga bangsa Indonesia dimanapun berada termasuk warga negara Indonesia di luar negeri.

Untuk menanggulangi kondisi tersebut, maka pendidikan pengamalan Pancasila harus diperkuat karena sangat penting untuk menangkal pengaruh negatif Globalisasi dan Ancaman dari dalam maupun dari luar, jelas Deputi Vikesbang.

Di akhir acara, Deputi VI/Kesbang menyampaikan himbauan kepada peserta bahwa  Para WNI di luar negeri harus dapat mencintai dan memiliki negeri ini. Mari kita tumbuhkan rasa cinta kita kepada Indonesia, dengan melaksanakan kewajiban kita dengan lebih baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing serta potensi besar yang dimiliki Indonesia memerlukan kemampuan dalam menerapkan strategi pemberdayan sumber daya manusia. Untuk itu, peran aktif dan kontribusi Diaspora Indonesia  yang memiliki profesionalisme dan kompetensi handal di bidang masing-masing sangat diperlukan bagi kemajuan negara kita.

Dalam kegiatan acara tersebut Dipandu oleh Hidayat Atjeh sebagai moderator dengan Narasumber Deputi VI/Kesbang Kemenko Polhukam Arief P Moekiyat serta Dubes RI Bagas Hapsoro dengan peserta dari Pengurus Asosiasi Indonesia-Swedia (SIS), Pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia serta staf KBRI beserta keluarga

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *