IMG_7269

Bogor – Sumpah Pemuda merupakan sumpah abadi bagi seluruh pemuda dan pemudi Indonesia untuk merawat persatuan Indonesia. Sumpah pemuda tidak hanya berlaku saat itu, tapi sumpah pemuda yang sarat dengan nilai-nilai persatuan itu abadi. Karena tanpa persatuan bangsa Indonesia tidak akan bisa mempertahankan negeri ini dalam persaingan.

Demikian pidato sambutan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat menghadiri Temu Ikrar Pemuda Khonghucu Indonesia dalam Rangka Sumpah Pemuda di Braja Mustika, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2017).

“Tadi sebelum saya menghadiri acara ini, di Istana Bogor juga merayakan Sumpah Pemuda. Ada satu kalimat sederhana tapi sangat dalam maknanya, ‘kita memang tidak sama tapi kita harus bersama-sama’. Kita memang tidak sama karena kita memiliki bahasa macam-macam, warna kulit macam-macam, bahkan potongan tubuh kita berbeda, tapi kita harus bersama sebagai bangsa Indonesia dan kita juga harus bekerja sama membangun bangsa,” ujar Menko Polhukam Wiranto.

Menko Polhukam mengatakan bahwa perwujudan bangsa Indonesia adalah berbagai suku bangsa, etnis, agama, dan budaya. Diungkapkan, saat dirinya dengar istilah pribumi, pendekatannya yaitu orang-orang Indonesia yang betul-betul merasa memiliki negeri ini dan berjuang untuk bangsa Indonesia, maka mereka disebut sebagai pribumi. Namun, sekaya apapun bangsa Indonesia jika masyarakatnya berkhianat maka dia bukan bagian dari Indonesia.

“Karena itu saya tidak sepakat dengan istilah pribumi yang sebaiknya dihilangkan. Hati-hati dengan istilah pribumi karena bisa memecah belah Indonesia,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam berpesan kepada seluruh pemuda pemudi Indonesia, terutama untuk para pemuda Khonghucu bahwa membela negara merupakan suatu kewajiban, keharusan dan tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Menko Polhukam mengatakan, Indonesia tidak seperti negara-negara kecil lainnya yang hanya memberikan pelatihan militer untuk menjaga negaranya. Para pemuda harus menyadari bahwa ancaman yang ada saat ini bukan lagi bersifat militer tetapi sudah multidimensional.

Untuk itu dibutuhkan kesadaran membela negara. Inti dalam bela negara yaitu harus merasa memiliki negara Indonesia, karena sudah dilahirkan, dibesarkan, sekolah, bahkan mati di Indonesia.

“Kita harus cinta Indonesia, sayangi Indonesia. Sebab kalau sudah cinta kita akan membela mati-matian. Dari membela itu ada kewajiban untuk mengkritisi negara kita dengan cara-cara konstruktif agar menjadi lebih maju,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Dikatakan bahwa pemerintah sadar perlu ada bimbingan dalam meningkatkan kesadaran bela negara. Maka sudah ada unit kerja pemerintah untuk pemantapan bela negara.

“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan secara singkat ini dapat memberikan satu semangat untuk bisa menyerap Sumpah Pemuda dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Ke depan nanti saya ingin melihat indonesia tetap berjaya, tetap teguh dalam persaingan global,” kata Menko Polhukam Wiranto.

 

(Humas Kemenko Polhukam)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *