Menko Maarif Institute 3

Semarang,deskwasbang.polkam.go.id – Menko Polhukam RI menjadi keynote speaker pada seminar Halaqah Fikih Antiterorisme kerjasama Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dengan Maarif Institute, pada selasa, 3 Mei 2016. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Kepala BNPT, Deputi VI/Kesbang Kemenko Polhukam, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Direktur Eksekutif Maarif Institute, dan Rektor Unimus.

Dalam pemaparannya, Menko Polhukam menekankan bahwa tidak ada kaitan antara terorisme dan Islam, begitu juga sebaliknya. Menko Polhukam menyatakan bahwa, “Islam bukanlah teroris. Islam datang ke dunia dengan membawa kedamaian, penuh kasih sayang dan tidak membawa kekerasan”. Banyaknya budaya Barat yang mengaitkan Islam dengan teroris ataupun kekerasan karena adanya beberapa faktor di antaranya gejolak di kawasan Timur Tengah (Arab Spring) yang hingga saat ini belum usai.

Menko Polhukam menambahkan, banyak faktor yang melatarbelakangi tumbuhnya ideologi yang mengerucut pada aksi terorisme. Di antaranya ketidakadilan, kemiskinan hingga kesenjangan sosial. Menko Polhukam berpendapat butuh langkah yang tepat dalam memerangi terorisme, kekerasan tidak dapat menyelesaikan masalah. Hal tersebut berkaca dari langkah Amerika Serikat dalam mengatasi permasalahan di Irak, Afghanistan, hingga Suriah. “Dengan kekerasan, satu generasi hilang, kemudian muncul generasi baru lagi karena sudah sering menyaksikan kekerasan. Langkah yang tepat adalah soft approach,” ujarnya.

Mengakhiri pemaparannya, Menko Polhukam mengharapkan peran aktif lembaga keagamaan, termasuk Muhammadiyah untuk terus melakukan upaya membendung radikalisme di kalangan masyarakat.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *