7

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, meminta masyarakat bersama-sama menjaga keutuhan bangsa Indonesia, karena hal tersebut merupakan warisan dari para pendahulu yang perlu dikembangkan dan dipertahankan. “Mari kita semangat bersama-sama menjaga Republik Indonesia. Kita ketahui bahwa kita ini generasi penerus, mendapatkan suatu wasiat atau warisan dari leluhur kita, dan wasiat itu atau warisan itu benar-benar sangat berharga karena didirikan dengan pengorbanan tidak hanya pengorbanan harta tetapi darah dan air mata” jelasnya pada acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi (FKS) Kewaspadaan Nasional di Hotel Radiant, Cirebon, (Kamis 29/9).

Menurut Menko Polhukam, tugas generasi penerus bangsa lebih mudah daripada apa yang dilakukan para pendahulu. “Ringan kita karena hanya menjaga, kita ini sebenarnya cukup berkorban untuk bersatu sebagai bangsa, berkorban adalah bagaimana kita menjaga warisan agar tidak hancur, jika kita jeli mengamati, kecuali mewariskan NKRI, leluhur kita juga memberikan guidance (pedoman) bagaimana membangun negara. Tergambar dalam alinea kedua UUD Negara Republik Indonesia” dan ditegaskan dalam FKS yang bertemakan “Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme Guna Meningkatkan Kewaspadaan Dini Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.

Menurut Menko Polhukam, tantangan dalam menjaga warisan Negara NKRI tersebut saat ini sangatlah beragam. “Dalam menjaga warisan itu tidak terlepas dari berbagai ancaman. Ancaman apa saja, ancaman fisik, nonfisik, istilah jaman sekarang multidimensional dari berbagai spectrum” jelas Menko Wiranto.

Ia menambahkan bahwa kemiskinan menjadi salah satu sumber terjadinya radikalisme dan terorisme, dan ia meminta bersama-sama semua elemen bangsa menghilangkan sumber-sumber radikalisme hingga ke akarnya. “Kenapa terorisme tidak ada habisnya, sumber terorisme itu adalah masalah kemiskinan, kalau sumber itu tidak kita selesaikan maka pasti akan tetap muncul, ada penggantinya. Untuk itu mari bersama-sama pemerintah, masyarakat dan lembaga-lembaga terkait bersama-sama menghilangkan sumber-sumber yang menciptakan radikalisme” ujarnya, sebelum ia menjadi saksi menandatangani deklarasi anti radikalisme dan terorisme di FKS tersebut.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua MPR-RI, Zulkifri Hasan yang memberikan sambutan tentang 4 Pilar MPR-RI.

“Radikalisme, terorisme dan intoleran muncul karena kita mengabaikan benteng pertahanan dan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an kita, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Cirebon, Jawa Barat.

Untuk itu saya mengajak agar nilai-nilai ke-Indonesia-an yang luhur dijadikan budaya kehidupan dan perilaku kita sehari-hari,” Zulkifli menambahkan.

Dalam acara tersebut, turut hadir Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno, Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Yenny Wahid, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, dan Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam, Arief P. Moekiyat.

Selain acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi juga dilaksanakan kegiatan Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme yang dibacakan oleh Bupati Cirebon dan diikuti oleh seluruh pimpinan Forkopimda Kabupaten Cirebon, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat serta para perwakilan pimpinan pondok pesantren Kab. Cirebon sebanyak sekitar 500 orang.

Dalam kegiatan diskusi Forum menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Ibu Yenny Wahid (Wahid Foundation), Bapak Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), Brigjen Pol. Herwan Chaidir (BNPT) dan Wawan Arwani (Ketua FKUB Cirebon).

Acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi merupakan kerjasama Kemenko Polhukam dengan MPR RI, BNPT, Pemda Kab. Cirebon dan Wahid Foundation, serta didukung Pejabat TNI dan Polri maupun tokoh-tokoh masyarakat setempat. Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme diharapkan dapat ditindak lanjuti oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat Kab. Cirebon khususnya, serta Provinsi Jawa Barat pada umumnya

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *