DSCF6151

Depok , deskwasbang.polkam.go.id, Deputi VI/Kesbang, Arief P. Moekiyat, pada  hari Kamis (20/4/2015) mendampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan  menghadiri acara Kuliah Umum bersama Menko Polhukam di Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia, Depok. Didalam kuliah umumnya Menko Polhukam mengatakan kepada seluruh audiens bahwa Pemerintah berencana menaikan anggaran pertahanan nasional khususnya pada aspek pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Negara.

“Anggaran pertahanan kita selalu di bawah satu persen dari GDP, pernah lebih (satu persen) tapi turun lagi. Akan kita usahakan untuk naik,” tutur  Menko Polhukam saat mengisi agenda kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok Jawa Barat.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, saat ini pengeluaran anggaran pertahanan masih terlalu banyak dihabiskan untuk belanja pegawai, sedangkan proporsi untuk alutsista dinilai masih kurang.Untuk itu akan disiasati dengan meningkatkan kerja sama pertahanan melalui sistem Transfer of Technology (ToT) dengan negara yang menjadi partner pembelian alutsista sehingga kemampuan daya reka mereka bisa ditiru Indonesia.”Anggaran pertahanan akan ditingkatkan terus. Kita naikkan dari 0,85 persen ke satu persen, hingga nanti bisa mencapai di atas satu persen. Kita harap di 2019 bisa mendekati Rp250 triliun untuk anggaran pertahanannya,” tutur Menko Polhukam.

Sebagai negara besar, Indonesia tidak bisa membiarkan terjadinya kesenjangan di dalam pegawai pertahanan. Oleh sebab itu dirinya akan berusaha untuk melakukan perubahan yang lebih baik di bidang pertahanan.Sehubungan dengan upaya membangun pertahanan,  Menko menilai bahwa perang di masa depan akan didominasi oleh “Cyber War” atau perang dunia maya mengingat perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat.

Melalui cyber war sebuah negara bisa dengan cepat dilumpuhkan karena segala macam perangkat bisa disadap atau dirusak sistem kerjanya.”Lihat saja sekarang ada Panama Papers, itu contohnya. Dokumen pajak yang disembunyikan bisa dibobol. Perubahan teknologi sangat cepat, dalam lima tahun ke depan pasti akan berubah lagi,” ujarnya menegaskan ancaman dari cyber war.

Menko Polhukam  berharap pemerintah bisa meningkatkan biaya riset atau penelitian untuk mengembangkan teknologi tepat guna baik untuk keperluan pertahanan maupun hal lainnya.”Salah satu tantangan Indonesia juga soal riset, karena tidak bisa dipungkiri bahwa perang sudah melibatkan unsur teknologi secara mendalam,” tukasnya menambahkan.

Kegiatan kuliah umum di Balai Sidang, UI, Depok dihadiri oleh Wakil Rektor UI, Dekan FISIP, Dekan Fakultas Budaya, Kepala Kajian Wilayah Amerika UI, Staf Pengajar, dan para Mahasiswa UI serta Mahasiswa dari beberapa Universitas di Jakarta yang berjumlah sekitar 150 Orang.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *