baadiklat kemhan

Jakarta, deskwasbang.polkam.go.id, Deputi VI/Kesbang, Arief P. Moekiyat, pada hari Selasa (1/3/2016) menjadi narasumber  dalam acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Diklat Badiklat Kemhan dengan tema “Penguatan Nilai–nilai Strategis Bela Negara guna Mewujudkan Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Secara Nasional dalam rangka Mendukung Sistem Pertahanan Negara yang Tangguh”, di Badiklat Kemhan, Salemba, Jakarta.

Didalam acara tersebut, Deputi VI Koordinasi Kesatuan Bangsa, Areif P. Moekiyat, selaku salah satu narasumber mengatakan kepada seluruh audiens bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan dan ancaman yang cukup signifikan dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM, sehingga diperlukan daya tangkal dan jati diri bangsa terutama di kalangan generasi muda yang dilakukan melalui kebijakan pemantapan wawasan kebangsaan yang salah satu outputnya adalah kesadaran bela negara.

“Dalam konteks politik dan keamanan, pembinaan kesadaran bela negara secara nasional dapat mendukung terciptanya sistem pertahanan negara yang tangguh.Bela negara memiliki nilai dasar yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta mempunyai kemampuan awal untuk bela negara. Urusan bela negara bukan urusan TNI saja, tetapi menjadi urusan seluruh Warga Negara Indonesia. Pendidikan dan pelatihan bela negara merupakan upaya konkrit meningkatkan rasa nasionalisme, cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia”, tuturnya didepan para audiens.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, target yang ingin dicapai pemerintah melalui diklat bela negara secara nasional setidaknya  adalah dapat mewujudkan  Warga Negara Indonesia  yang bangga sebagai bangsa Indonesia, dan berjiwa merah putih.

Untuk mencapai target tersebut  perlu penguatan nilai-nilai strategis Bela Negara dengan mengajarkan nilai-nilai dasar bela negara secara proporsional sejak usia anak-anak/tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi, dan bahkan sampai dewasa, yang dapat disisipkan pada materi pendidikan kewarganegaraan, Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, dan kegiatan ekstrakulikuler Pramuka.

Selain itu, materi pendidikan bela negara dapat pula dimasukkan pada masa Orientasi Sekolah (MOS) pada tingkat pendidikan menengah kebawah, serta saat pengenalan kampus pada tingkat pendidikan tinggi maupun saat liburan semester.

“Diharapkan pemberian materi bela Negara dapat menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, serta menciptakan suasana yang riang gembira dan menyenangkan, tidak bersifat indoktriner, namun  dalam bentuk dialog dan partisipasi yang tetap mengedepankan disiplin  dan cinta tanah air, serta keterampilan profesi”, ujarnya.

Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Diklat Badiklat Kemhan diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari unsur Pejabat Kemhan, perwakilan Angkatan, K/L, Bakesbangpol DKI Jakarta, dan organisasi kepemudaan.Sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Deputi VI/Kesbang dan Kepala Badiklat Kemhan, Mayjen TNI Hartind Asrin dengan moderator Kapusdiklat Tekfunghan, Kemhan.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *