POLHUKAM - Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan

Islam Agama Toleran

islam-dan-toleransi-agama-1-638

Islam adalah agama yang TOLERAN. Umat Islam diajarkan untuk saling menghargai/menghormati, termasuk kepada orang yang BERBEDA AGAMA DAN BERKEYAKINAN. Sikap menghargai tersebut termasuk menghormati tata cara ibadah umat lain, asalkan umat lain tidak sampai mengajak umat Islam mengikuti tata cara ibadah mereka. Landasan toleransi ini perlu dipahami sebagai pemahaman mendasar hubungan umat Islam dengan yang lain, sebagaimana berlaku kaidah di Surat AL-KAFIRUN yang intinya adalah BAGIKU AGAMAKU, BAGIMU AGAMAMU.

Asal Surat ini yang tercantum dalam Al Qur’an adalah ketika ada orang utusan Quraisy yang memberikan penawaran kepada Nabi Muhammad SAW. Dia menawarkan agar selama satu tahun umat Islam dan kaum musyrik Makkah menyembah berhala-berhala di Makkah. Selanjutnya pada tahun kedua, umat Islam dan musyrikin menyembah Allah SWT. Tahun ketiga ditawarkan sebagai tahun evaluasi. Jika ada yang mengikuti jalan Islam dipersilahkan. Namun, jika ada yang mantap kembali ke agama nenek moyang, tak boleh dihalangi. Lalu turunlah ayat “Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu”. Sejak jaman Rasulullah SAW, sudah diajarkan bagaimana Madinah bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semua umat. Intinya umat Islam dilarang mengganggu, menyakiti dan menzalimi umat agama lain, jika umat agama tersebut tidak memusuhi umat Islam. Tak pernah ada ajaran Islam yang menghalalkan mengganggu umat lain secara sengaja. Islam adalah agama toleran itu adalah yang mendasar. Penduduk Indonesia 88% adalah umat Islam. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia sesungguhnya relatif paling toleran di dunia, karena amat sedikit gejolak yang terjadi berkaitan dgn isu agama. Apabila  terjadi gesekan di masyarakat, pada umumnya adalah karena kurangnya komunikasi/dialog antar umat beragama yang dipicu oleh karena kekurang-harmonisan dan masalah kecil/sepele yang dibesar-besarkan. Kondisi ini diperburuk karena faktor kesenjangan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, JANGAN MUDAH TERHASUT DAN TERPROVOKASI atas berbagai berita yang beredar di Media Sosial, tanpa melakukan pengecekan dan gegabah melakukan langsung tindakan yang “main hakim” sendiri. Hidup di mayarakat yang majemuk, kata kuncinya adalah TOLERAN dan DAMAI. Semoga pencerahan ini dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat

(Deputi VI/Kesbang- APM).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Islam Agama Toleran