POLHUKAM - Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan

Hari Anak Nasional

hari anak nasional

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para PAHLAWAN-nya (Bung Karno). Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjaga, merawat, mendidik dan melindungi ANAK-ANAK agar kelak menjadi Pahlawan/Pejuang Bangsa di masa depan (Deputi VI/Kesbang-APM)

Presiden RI Bapak Jokowi hari ini (23/7/2016) memberikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional (HAN). Pemerintah telah menetapkan bahwa setiap tanggal 23 Juli adalah sebagai Hari Anak Nasional (HAN) berdasarkan Keppres Nomor 44 Tahun 1984. Dengan kebijakan tersebut, tentunya kita berharap bahwa Peringatan HAN menjadi momentum untuk menjaga dan melindungi anak-anak bangsa. Anak-anak adalah pewaris dan penerus perjuangan bangsa untuk melanjutkan perjuangan para orang tuanya yang telah ikut menjaga, mengabdi, serta menegakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara tegas menyatakan bahwa salah satu tujuan Indonesia Merdeka adalah, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjaga anak merupakan kewajiban orang dan Pemerintah/Negara. Sinergitas dan koordinasi yang  baik dari Kementerian/Lembaga Pemerintah dan Para Pemangku Kepentingan, merupakan keniscayaan dalam menyiapkan Generasi Muda yang  kuat, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki “jiwa kebangsaan” yang tangguh dalam  memajukan Indonesia untuk menghadapi  persaingan global dan menjaga keutuhan NKRI.

Dalam kehidupan keluarga, Anak adalah salah satu sumber kehidupan keluarga. Oleh karena itu, Anak-Anak dapat  dikatakan mempunyai “kedudukan yang  penting dan strategis”. Pertama, anak adalah AMANAH bagi orang tuanya. Kedua, anak adalah GENERASI PENERUS perjuangan orang tuanya. Ketiga, merupakan “KEKAYAAN dan PERHIASAN” bagi orang tuanya. Keempat, anak yang  sudah beranjak dewasa akan menjadi ” TEMAN, SAHABAT dan HIBURAN” orang tua dalam  menjalani hari tuanya. Kelima, anak merupakan “TABUNGAN AKHIRAT” bagi orang tuanya (yang  beragama Islam). Itulah sering disebut bahwa yang  menjadi salah satu penyambung amal ketika manusia telah meninggal dunia (wafat), adalah DOA ANAK YANG  SALEH bagi orang tuanya.

Betapa pentingnya kedudukan anak bagi Orang Tua, dan Pemerintah/Negara. Setiap orang tua berjuang sekuat tenaga menjaga anak keturunannya agar menjadi anak yang  sehat, saleh, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara. Oleh karena itu, menjadi wajar dan beralasan, jika kita menyaksikan para orang tua yang  sedih, kecewa dan marah, ketika mendapat informasi bahwa Vaksin yang  diberikan kepada anak-anaknya adalah PALSU. Jika dibiarkan kemungkinan besar akan berdampak pada masa depannya. Demikian pula, anak-anak yang  menjadi korban tindak kekerasan, penjualan manusia, Narkoba, Radikalisme atau penyebab lainnya yang  merusak masa depannya, akan menjadi kesedihan mendalam bagi orang tuanya.

Menjaga anak sesungguhnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, namun juga tanggung jawab Pemerintah/Negara, karena Negara berkepentingan untuk memiliki Generasi Bangsa yang kuat, sehat jasmani dan rohani. Jika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang  sehat dan kuat, maka Negara setidaknya akan kuat. Demikian pula sebaliknya. Dengan demikian, Orang Tua dan Pemerintah/Negara, wajib menjaga, melindungi dan membela anak-anak secara proporsional agar tumbuh menjadi generasi yang  sehat dan kuat, untuk mewujudkan cita-citanya, serta ikut mewujudkan tujuan Negara dan Bangsa Indonesia sebagaimana yang  tercantum dalam  Pembukaan UUD 1945, sehingga Persatuan dan Kesatuan Bangsa tetap utuh dan baik. SELAMAT HARI ANAK NASIONAL, 23 Juli 2016.

(Deputi VI/Kesbang-APM)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Hari Anak Nasional