POLHUKAM - Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan

halal bihalal Menko

Halal Bihalal merupakan budaya khas Islam Indonesia yang mengajarkan perdamaian dan persatuan umat pada saat dan sesudah Idul Fitri. Ada 2 (dua) waktu yang sangat bermakna bagi umat Islam, yakni selain Idul Fitri adalah Idul Adha. Halal Bihalal Idul Fitri 1437H yang baru kita lakukan merupakan TRADISI BANGSA INDONESIA yang mempersatukan, karena selain bermuatan saling memaafkan, juga menjalin SILATURAHIM yang merupakan sarana penting dalam meningkatkan tali persaudaraan demi terwujudnya persatuan umat dalam menegakkan PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.

Halal Bihalal juga sebagai salah satu cara melebur segala kesalahan dan kekhilafan dengan cara saling bermaafan. Secara langsung atau tidak langsung, sesungguhnya saling bermaafan merupakan bentuk pengakuan atas penghormatan terhadap Hak Asasi manusia (HAM). Islam mengajarkan kedamaian, toleransi, dan kasih sayang antar sesama. Islam mewajibkan untuk menjalin persaudaraan yang kuat dan sekaligus hubungan yang baik dengan umat yang lain.

Dalam Islam, Halal Bihalal sudah menjadi tradisi Bangsa Indonesia yang dilakukan sejak dahulu. Tradisi boleh dilakukan, sepanjang tidak bertentangan dengan Syariat. Persatuan yang kuat akan membentengi kita dari penyebaran/pengaruh Radikalisme dan Terorisme yang dilakukan oleh kelompok yang merasa dirinya “paling benar”. Persatuan bangsa dan agama dalam menjalankan tali silahturahim, harus dapat dipelihara dan ditingkatkan, agar pengaruh Radikalisme dan Terorisme dapat dipersempit, dicegah, serta diberantas demi kepentingan bangsa dan NKRI. Amin!

(Deputi VI/Kesbang-APM)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Halal Bihalal